Himpunan Mahasiswa kembali menghadirkan ruang belajar yang relevan dan aplikatif bagi anggotanya. Kali ini, bidang minat bakat, divisi sinema26 menyelenggarakan kajian bertema produksi film dengan menghadirkan Koor Sinema26, Alysa Sabrina, sebagai pemateri. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami proses kreatif film secara utuh, mulai dari ide hingga distribusi.
Dalam kajian ini, peserta diajak menelusuri tahapan produksi film secara komprehensif: development, pra produksi, produksi, pasca produksi, hingga distribusi. Materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan pengalaman dari pemateri.
Alysa Sabrina menjelaskan bahwa film bukan sekadar hasil akhir berupa gambar bergerak, melainkan proses panjang yang menuntut perencanaan, kerja tim, dan konsistensi.
Kajian ini dilaksanakan di lingkungan kampus sebagai bagian dari program kerja himpunan. Peserta yang hadir berasal dari berbagai angkatan dan memiliki minat pada dunia perfilman dan produksi konten kreatif.
Di era digital, produksi film dan konten visual menjadi salah satu kompetensi penting bagi mahasiswa komunikasi. Pemahaman tentang alur kerja produksi membantu mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga kreator yang terstruktur dan profesional.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata komitmen himpunan dalam membangun kapasitas anggota melalui pelatihan yang aplikatif dan sesuai kebutuhan industri kreatif.
Alysa memaparkan lima tahap utama produksi film:
1. Development
Tahap pencarian ide, penulisan konsep, dan penyusunan naskah. Di fase ini, gagasan dikembangkan menjadi cerita yang siap diproduksi.
2. Pra Produksi
Proses perencanaan teknis, mulai dari pembentukan tim, penentuan lokasi, penyusunan jadwal, hingga reading naskah.
3. Produksi
Tahap pengambilan gambar. Di sinilah seluruh perencanaan diwujudkan melalui kerja sama kru dan pemain.
4. Pasca Produksi
Proses editing, penyuntingan audio, color, hingga finalisasi karya agar layak tayang.
5. Distribusi
Tahap memperkenalkan film kepada publik melalui festival, pemutaran komunitas, atau platform digital.
Peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berdiskusi aktif mengenai tantangan yang sering muncul di setiap tahap produksi.
Kajian ini bukan hanya ruang transfer ilmu, tetapi juga ruang tumbuh. Mahasiswa belajar bahwa produksi film adalah proses kolaboratif yang menuntut tanggung jawab, komunikasi, dan ketelitian.
Melalui kegiatan ini, himpunan berharap semakin banyak mahasiswa yang berani memulai karya dan membangun ekosistem kreatif di lingkungan kampus.
Produksi film bukan lagi sesuatu yang jauh. Dengan pemahaman yang tepat, setiap ide memiliki peluang untuk diwujudkan. Dan setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari proses itu.